Dapatkan Info,Tips, dan Pengetahuan Paling Menarik mu Disini

Kenapa Tuhan Ciptain Hati Kalau Hanya Untuk Dipatahkan




Kalaulah langit bisa berbicara selain mendengarkan, mungkin manusia akan meniggalkan teman hidupnya demi bercerita panjang lebar kepada langit. Terkadang Tuhan menjatuhkan ku dengan orang yang salah, dengan cinta yang salah. Lantas mengapa bisa? Apa hati terlalu jahat untuk dipatahkan? Apa hati tak bisa selalu dengan kebahagiaan?

“Karena Tuhan tahu apa yang kita gak ketahui. Supaya kita tahu rasa sakitnya. Karena Tuhan gak mau apa-apa yang diciptakannya terlihat lemah.” -Sari Ramadhani.

“Tuhan menciptakan hati untuk kesempurnaan manusia, biar dia merasakan bagaimana rasanya menyayangi dan disayangi, merasakan baaimana memperlakukan seseorang. Kalau tidak ada hati, manusia tidak akan merasakan cinta dan sebuah keturunan. Tuhan mematahkan hati seseorang karena Tuhan juga berkehendak baik untuknya.” – Novi Shelvia Putri.

“Sebenarnya Tuhan tak pernah mematahkan hati kita seperti Dia menciptakan alam dan segala isinya buat kita. Kita sendiri yang mematahkan hati tersebut dengan masalah-masalah yang kita hadapi baik masalah asmara, keluarga, maupun persoalan hidup. Jadi, Tuhan tak pernah menciptakan hati untuk Tuhan patahkan lagi. Kalau kita merasa hati kita hancur atau patah, itu berarti kita yang gagal menjaga hati yang sudah Tuhan ciptakan buat kita.” -Cecilia Sari Sirait.

“Sama aja kamu nanya kenapa kamu diciptakan hidup kalau ujungnya mati? Allah kan Maha Pengasih dan Penyayang. Allah gak pernah mematahkan hati kaum-Nya. Allah selalu memberikan kita yang terbaik. Tapi kita hanya manusia yang gak tau maksud dan tujuan Allah buat hidup kita. Jadilah kita bersuuzon bahwa Allah mematahkan hati kitabhanya karena yang kita hadapi dan terima tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Padahal kuncinya adalah sabar dan bersyukur. Insya Allah ada yang lebih baik yang akan diberikan Allah. Keep Husnuzon.” – Tia Iftira.

“Tuhan menciptakan hati agar bisa saling menyayangi satu sama lain. Kalau untuk dipatahkan lagi, itu hanya ujian pendewasaan agar kita bisa lebih belajar dari kesalahan yang udah ada atau dibilang sabar karena bahagia itu susah didapat. Sebelum menemukan kebahagiaan, Tuhan memberitahu kita untuk merasakan sakit baru setelah itu kita bahagia.” -Ade Surya Sanjaya.

“Tuhan menciptakan hati sebenarnya bukan untuk dipatahkan, Tuhan menciptakan hati untuk bisa mencintai dengan perasaan. Suatu hari Tuhan pasti akan menyembuhkan luka hati yang telah dipatahkan itu, dengan cara mempertemukan hati yang tulus.” -Elly Nathalya Pangaribuan.

“Karena setiap manusia diciptakan memang mempunyai hati yang lembut, khususnya perempuan. Karena itu yang lebih rentan patah hati itu perempuan. Sebenarnya bukan diciptakan untuk dipatahkan, tapi Tuhan mau tahu sekuat mana hati kita, perempuan, ketika hatinya tersakiti. Walaupun sering patah hati, masih banyak perempuan yang sukses di luar sana. Patah hati itu sebagai acuan untuk lebih kuat kedepannya.” -Nadya Navy Natasia.

“Karena semua manusia memiliki hati masing-masing. Ada yang untuk main-main, ada yang di sia-siakan.” -Fiqri Ramadhan.

“Untuk masalah cinta pasti di setiap hubungan ada masalah kan gak mulus-mulus terus, pasti diantaranya ada yang kecewa.” -Nurul Ulfha.

“Karena hati terlalu sensitif. Karena Tuhan ingin kita lebih kuat menghadapi yang terjadi.” -Muhammad Bagus Segara.

“Tuhan gak menciptakan sesuatu hanya untuk merasa sakit. Itu karena pemilik hati sedang tidak mendapatkan apa yang ia inginkan yang bai dia membuat hatinya bahagia dan akhirnya menyalahkan Tuhan atas rasa pedih yang ia hadapi. Ia berfokus di hatibyang patah itu, jadi seolah-olah Tuhan ciptakan hati tapi untuk dipatahkan.” -Dayang Fadzillah.

“Gak hanya untuk dipatahkan kok, tapi juga sebagai penawar racun di tubuh.” -Angga Winawan Hakim.

“Tuhan tidak salah menciptakan hati. Kalau tidak ada hati, kita tidak bisa merasakan bahagia dan patah hati. Semua tergantung kita yang menjalaninya.” -Putri Rahayu.

“Tuhan menciptakan hati untuk menguji umatnya pada keadaan hati patah itu apakah seorang umatnya itu akan ingat kepada-Nya. Jadi buat yang patah hati, jangan menyalahkan Tuhan dengan apa yang terjadi.” -Chairunnysa Elviyana Zalukhu.

“Tuhan menciptakan segala sesuatu pasti ada manfaatnya. Agar kita tahu apa itu rasa kecewa. Dan juga Tuhan mengajarkan kita agar kita bisa belajar dari kesalahan kita sendiri dalam mengambil suatu keputusan yang membuat hati kita patah, khususnya cinta. Agar kita ikhlas menerima kenyataan. Hati yang patah adalah cobaan. Cobaan dari Tuhan. Tuhan gak akan menguji umat-Nya melebihi kemampuan umat-Nya. Mungkin banyak hikmah yang bisa kita ambil dari hati.” -Rifky Andaka Putra.

“Tuhan nyiptain hati gunanya bukan untuk cinta atau sebagainya.” -Fahmi Richsan Susanto.

“Karena Tuhan puny cara lain untuk memulihkannya dengan cara dia memberi cobaan kepada umat-Nya tapi, Tuhan gak pernah sekalipun mematahkan hati umat-Nya kecuali diganti dengan hadiah yang lebih dari cobaan ke kita.” -Ika Puspita Pratiwi.

“Tuhan gak pernah salah dalam menciptakan sesuatu hal. Hati jika dipupuk dengan menumbuhkan rasa cinta kepada-Nya, maka patah hati mungkin bisa disyukuri sebagai lika-liku hidup.” -Hidayat Effendi.

“Karena setiap manusia diharuskan belajar sama Allah. Belajar untuk sabar waktu hatinya dipatahkan oranglain yang disayanginya. Supaya hatinya kuat.” -Kartika Afrilisa Hasibuan.

“Karena Tuhan ingin kita belajar dari kesalahan atau pengalaman yang udah kita alami sebelumnya.” -Nurul Ramadhani Harahap.

“Itu bukan salah Tuhan, kitalah yang membiarkan hati kita dipatahkan oleh orang yang salah.” -Debby Pratiwi.

“Karena kita bisa tahu cemana rasanya sakit. Biar kita gak jatuh ke lubang yang sama. Dari rasa sakit itu kita bisa belajar. Belajar lebih dewasa, lebih matang buat ngambil keputusan dan dari rasa sakit itu kita bakalan bisa jadi lebih kuat. Dan dibalik rasa sakit itu, Allah udah nyiptain sesuatu yang indah buat kita. Harus percaya Allah pasti bakalan ganti sama yang lebih baik, jauh lebih baik dari yang sebelumnya sampai akhirnya kita lupa kalau kita pernah mengalami rasa sakit yang luar biasa sampai-sampai kiya gak bisa nangis lagi karena rasa sakit itu.” -Putri Firdausya Hasibuan.

“Karena kalau Tuhan tidak menciptakan hati, maka manusia tidak akan bisa merasakan namanya dipatahkan dan gak akan bisa untuk bangkit dari kegagalannya.” -Alicia Wirdaturriza.

“Udah baca karyanya Joose Gaarden ‘dunia sophie’ ? Insya Allah ketemu jawabannya.” -Sholeh Festy Aji.

“Semua orang pasti pernah patah hati karena memang dia salah memilih. Dibalik itu semua mungkin ada rencana Allah yang lain. Setelah patah nanti pasti kita bahagia.” -Afriyani Ritonga.

“Hati fungsinya buat ngerasain sesuatu kan? Mungkin biar balance antara hati yang bisa ngerasain perasaan bahagia, sebahagianya manusia makanya hati juga bisa ngerasain kecewa atau patah sesakit-sakitnya. -Ariyozi.

“Supaya kita bisa lebih kuat menerima hati yang baru. Tuhan awalnya nunjukkan kita sama orang yang salah dulu baru setelah itu bersama degan orang yang benar-benar jadi milik kita selamanya.” -Novita Natalia Sitorus.

“Emang Tuhan yang matahkan hati? Bukannya manusia yang menjuruskan hatinya untuk dipatahkan? Allah Maha membolak-balikkan hati manusia, semua udah ditetapkan Tuhan.” -Muhammad Fadhillah Suprapto.

“Bukan dipatahkan. Hati itu tulus. Kayak mana kita bisa mejaga hati kita kalau kita merasa sakit saat kehilangan karena kita tulus pada seseorang, tapi dibalik pertemuan pasti ada perpisahan. Masalahnya kita gak bisa ngontrol hati kita. Kondisi senang ataupun sedih, kita kadang gak bisa mengontrol tingkah kita hanya karena kondisi hati kita.” -Mayfantin Ratnawati.

“Karena Tuhan sedang menguji kita dengan orang yang salah dengan mematahkan hatimu. Dan Tuhan sudah mempersiapkan seseorang yang benar-benar pilihan terbaik kita.” -Nia Sari.

“Allah menciptakan hati senantiasa untuk saling mengsihi dan menyayangi, bukan untuk menyakiti. Jikapun terluka atau patah hati, itu adalah bagian dari rencana Allah agar hati tersebut lebih kuat dari sebelumnya melalui alur cerita yang ditulis oleh-Nya. Allah membuat hati itu patah sekaligus memberikan jalan untuk hati bisa pulih kembali. Gak akan mungkin Allah membiarkan hati kita patah selama kita myandarkan hati kita kepada-Nya.” -Fahmida Sinaga.

“Allah gak menciptakan hati untuk dipatahkan, tapi Allah pengen lihat bagaimana cara kita ketika hati dipatahkan untuk kita harus tetap bertahan, tetap sabar berjuang, dan menunggu hasil dari berjuang. Ketika hati kita dipatahkan, Allah tau kuatnya kita mempertahankan hati yang dipayahkan itu sesuai kemampuan kita. Dan sampai saat ini, hati yang dipatahkan ini masih tetap bertahan walaupun dipatahkan berkali-kali. Janji Allah itu pasti disaat hati kita dipatahkan dan hasilnya manis.” -Fitri Rezeki.

“Yang patah mungkin sebenarnya harapan kita, bukan hati. Yang merasa ‘patah’ itu kita sendiri. Harapan yang tinggi atau berharap sama orang yang salah. Makanya disaat kita merasa sepatah patahnya, pasti ada masanya kita berhenti berharap.” -Dita Melisa.

“Karena Tuhan ingin menunjukkan betapa berharganya untuk saling mengerti, memahami, mencintai sebelum Tuhan itu sendiri yang menunjukkan jodoh kita yang takkan bisa digantikan oleh oranglain dan akan selamanya selalu memahami dan mencintai.” -Aria Kusuma.

“Tujuan Tuhan menciptakan hati itu sebenarnya bukan untuk dipatahkan. Hati diciptakan agar manusia dapat merasa, merasakan apapun. Sedih, bahagia, atau apapun itu. Tuhan hanya menciptakan, jangan salahkan Tuhan. Lalu siapa yang harus disalahkan? Ya manusia. Manusia yang tidak tahu cara memanfaatkannya. Tahu gak kenapa hati kita diciptakan cuma satu? Karena Tuhan menciptakan satu hati lagi pada seseorang untuk kita mencarinya. Jadi ketika hati kita patah, berarti kita belum menemukan cinta.” -Jingga Saraswati.

“Mungkin Tuhan gak pernah mendefinisikan kalau hati bakalan patah. Patah hati itu biasanya karena gak bisa memiliki kan? Ya Tuhan mengajarkan disitu arti ikhlas kalau kita cinta, kita suka belum tentu orang yang baik buat hidup kita ngajarin. Tuhan nyiapin yang lebih baik nanti.” -Ranti Anggraini.

Tuhan, kenapa? Apakah ada cinta yang luar biasa nanti? Selamatkan hati ini dari rasa sedih yang tak pernah berakhir. Musim dinginku sudah dimulai, aku takkan melihat bunga bermekaran di musim semi lagi. Selimut kesayangan ini akan segera membeku. Lantas harus dengan apa aku menghangatkan hati? Jangan terlalu mematahkan hatiku, Tuhan aku takut aku takkan sanggup senyum dibalik kebahagiaan yang sebenarnya sudah mendekat. Aku tahu, Tuhan. Aku tahu.

Bukan hatiku yang patah, tapi cinta ini yang patah. Aku tahu, Tuhan. Cinta ini patah untuk membangunkan ku dari koma yang berkepanjangan, dari koma yang tak pernah berakhir, membangunkanku dari kerasa kepalanya hati ini mempertahakan cinta yang salah, mempertahankan cinta yang tak pernah menginginkan ruang di hati ini. Aku tahu, Tuhan. Cinta ini patah untuk air mata yang keluar tanpa sebuah penyesalan.

Bukan hatiku yang patah, tapi cintaku yang patah
Tag : SASTRA
0 Komentar untuk "Kenapa Tuhan Ciptain Hati Kalau Hanya Untuk Dipatahkan"

Back To Top